Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI 2021

idak sedikit warga madrasah yang bertanya-tanya, apa persamaan dan perbedaan dari ANBK dan AKMI. Perbedaan yang paling ketara tentu dari nama dan penyelenggaranya. ANBK atau Asesmen Nasional Berbasis Komputer (disebut juga AN saja) dilaksanakan oleh Kemdikbud sedang AKMI atau Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Persamaan antara ANBK dan AKMI, tentu sama-sama melakukan evaluasi untuk mengukur kompetensi yang dilaksanakan di tahun 2021 ini.

Namun apakah hanya itu saja persamaan dan perbedaan antara ANBK dan AKMI?

Persamaan ANBK dan AKMI

Baik ANBK dan AKMI sama-sama merupakan evaluasi yang digunakan untuk memetakan mutu sistem pendidikan dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi. Titik berat keduanya, secara garis besar, sama-sama pada kompetensi lietrasi dan numerasi.

Persamaan kedua adalah sama-sama berbasis komputer. Dalam penggunaan moda pun, baik ANBK maupun AKMI memberikan dua pilihan moda yaitu online dan semi online. Online berarti peserta asesmen mengerjakan soal langsung secara online (daring) dari server pusat. Sedang semionline, melalui beberapa tahap yang dimulai dari sinkronisasi secara online antara server pusat dengan server sekolah, peserta mengerjakan secara offline dari server sekolah, kemudian setelahnya sekolah mengirimkan hasil pekerjaan siswa ke server pusat secara online.

tu beberapa persamaan antara ANBK dan AKMI. Mungkin bisa ditambahkan beberapa persamaan lainnya.

Perbedaan ANBK dan AKMI

Dari berbagai sumber, termasuk dari POS ANBK 2021, Kemenag merangkum beberapa perbedaan antara ANBK dan AKMI.

Perbedaan utama adalah terkait dengan peserta. Dimana pada ANBK akan diikuti oleh Kepala Sekolah, guru, dan siswa sedangkan pada AKMI hanya diikuti oleh siswa saja. Pada ANBK kepala sekolah dan guru hanya akan mengisi survei lingkungan belajar, namun untuk siswa meliputi Asesmen Kompetenti Minimum (Literasi dan Numerasi), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Sedang pada AKMI siswa menyelesaiakan evaluasi untuk Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains, dan Literasi Sosial Budaya.

Masih terkait dengan peserta, perbedaan mencolok selanjutnya adalah ANBK akan diikuti oleh sampel siswa kelas 5 SD/MI (35 siswa persekolah), dan siswa kelas 8 SMP/MTs dan kelas 11 SMA/MA/SMK (50 siswa persekolah).

Sedangkan peserta AKMI adalah seluruh siswa kelas 5 MI, 8 MTs, dan 11 MA/MAK. Namun untuk pelaksanaan di tahun 2021 ini AKMI hanya akan diikuti oleh 50 persen Madrasah Ibtidaiyah, atau sejumlah 12.809 MI terpilih di seluruh Indonesia. Sisanya, 50% MI lainnya bersama dengan jenjang MTs dan MA akan mengikuti AKMI di tahun 2022.

Perbedaan antara ANBK dan AKMI selengkapnya dapat dilihat melalui tabel berikut ini.

Perbedaan ANBK dan AKMI

Dengan memahami persamaan dan perbedaan ANBK dan AKMI 2021 ini semoga makin mempermudah semua pihak, terutama madrasah, dalam mempersiapkan diri menyelenggarakan kedua gelaran uji kompetensi tersebut.

Persamaan dan Perbedaan ANBK dan AKMI 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Jangan Copy yaa